SURABAYA, MAKNA.BLOGSPOT.COM. Hyperaktif atau Attention Deficit/Hyperactivity Diorder (ADHD)
bagi sebagian orang tua yang memiliki anak dengan kekhususan tersebut mungkin
tidak sanggup meladeni perilaku sang anak. Pada dasarnya anak-anak dengan
kekhususan ini tentu memiliki kecenderungan dalam mengatur aktifitas serta
sulitnya fokus. Dampaknya akan berpengaruh pada lingkungan sosial anak karena
sulit dalam menyesuaikan diri dengan sosial.
Bagi Mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya
Adri Aktur Kaunang, hal ini menarik untuk diteliti, dari ketertarikannya ini
dia meciptakan sebuah permainan yang tujuannya adalah meningkatkan tingkat
konsentrasi anak yang memiliki hiperaktifitas. Game yang diciptakan sendiri,
terdiri dari dua permainan yaitu Puzzle dan
Maze.
Cara bermainnya pun terbilang cukup mudah, untuk permainan puzzle sang anak dituntut untuk menyusun
gambar yang telah diacak. Sedangkan permainan maze bentuknya seperti labirin sederhana. Seiap permainan memiliki
hitungan waktu, hal ini berfungsi untuk mengetahui seberpa lama anak bermain
dan menyelesaikan Game tersebut.
“Permainan yang saya ciptakan ini nantinya dapat
meningkatkan daya konsentrasi yang sebelumnya tingkat konsentrasinya kurang.
Sehingga saya berharap Game ini dapat
menjadi metode latihan alternartif untuk anak guna mendukung terapi yang pernah
dijalani”, tutur Adri (29/0/2017)
Dari hasil uji yang pernah ia lakukan, mahasiswa Untag
Surabaya ini mencoba pada anak hyperaktif sebanyak lima orang dan hasil yang
diperoleh pun memuaskan. Dalam pengujiannya rata-rata sang anak memainkan Puzzle selama 234 detik dan Maze 296 detik.
Editor : DB
Sumber : Makna.blogspot.com

Komentar
Posting Komentar